Categories
Nomadic Life

Festival Tanjung Kelayang Belitung: Pengalaman Unik dan Menyenangkan

Tahun ini, aku beruntung banget bisa menyaksikan festival Tanjung Kelayang yang kedua. Festival tahunan ini adalah yang kedua, yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung.

Festival Tanjung Kelayang ini termasuk 100 event tahunan yang dicanangkan langsung oleh pemerintah Republik Indonesia melalui kementrian pariwisata.

Di festival kali ini, aku banyak melihat parade kebudayaan baru di kabupaten Laskar Pelangi ini. Bukan hanya budaya dari warga Belitong, aku bisa melihat berbagai budaya dari berbagai daerah di Indonesia di Parade Budaya.

Menurut Bapak Rohili, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Belitung, kabupaten ini ditinggali berbagai macam suku dan etnis yang ada di seluruh Indonesia. Dan mereka bisa berbaur dengan damai dan saling menghargai satu sama lain.

festival tanjung kelayang

Selain Parade Budaya, festival Tanjung Kelayang 2019 juga menampilkan drama kolosal, lomba membuat bentuk dari pasir pantai, lomba lukis, fotografi dll. Yang membuatku tersenyum adalah, dinas pariwisata Belitung membuat kompetisi vlog di festival ini.

Menurut Bapak Rohili, kompetisi vlog ini bertujuan untuk mengajak anak-anak muda di Belitung menjadi aktif dan kreatif memanfaatkan channel digital yang ada sebagai wadah untuk membuat karya yang bisa yang digunakan sebagai promosi wisata Belitong.

Ada satu hal menarik tentang kalimat “lets go Belitung” yang menjadi slogan dari kabupaten tersebut. Aku mengira, slogan tersebut berarti mengajak orang untuk mengunjungi Belitong, namun ternyata tidak.

Menurut pak Rohili, slogan tersebut menggambarkan bahwa “Belitung ayo pergi” yang artinya Belitong bergerak untuk terus tumbuh dengan subur dan melaju dengan pesat di berbagai sektor, termasuk pariwisata.

festival tanjung kelayang

Belitong merupakan tempat yang indah dan masih asri. Beberapa orang lokal mengatakan kepadaku sebuah mitos, “barangsiapa yang pernah meminum air di sana, maka orang tersebut akan kembali lagi.”

Well, harus diakui, Belitong memang tempat yang ngangenin. Meski belum tahu kapan, tapi aku sudah berniat untuk kembali lagi kesana.

Lets Go Belitung!

Categories
Log

Digital Nomad Plan: Festival Tanjung Kelayang Belitung

Bulan ini, di Belitung akan diadakan Festival Tanjung Kelayang untuk yang kedua kalinya. Saat mencari informasi tersebut di internet, aku menemukan banyak hal menarik untuk dijelajahi di festival tersebut.

Tahun lalu, Festival Tanjung Kelayang menampilkan berbagai parade Pelangi Budaya, drama kolosal cerita rakyat belitung, pentasi seni budaya daerah, pameran produk UKM, seminar/talkshow, fashion show, pesta kembang api dll.

Festival ini tentu saja diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, dan akan diselenggarakan pada tanggal 15 – 19 November 2019 (bulan ini).

Ketertarikan ku dengan Belitung sebenarnya cukup mainstream, bermula dari sebuah novel yang berjudul Laskar Pelangi. Dari novel tersebut, aku menjadi penasaran dan menjadikan Belitung sebagai tempat tujuan digital nomad-ku suatu saat nanti.

Dan hari ini adalah saat itu.

Di suatu pagi, aku di japri oleh rekan sesama blogger, mbak Katerina. Dia menawarkan sebuah undangan dari dinas pariwisata kabupaten Belitung untuk meliput Festival Tanjung Kelayang 2 di bulan November.

Pungguk tak lagi merindukan bulan, keinginanku untuk pergi ke Belitung hampir terwujud dengan ajakan tersebut. Tak perlu menunggu waktu lama, ajakan tersebut aku jawab segera.

Tentu saja, selain melihat festival Tanjung Kelayang, aku juga ingin menjelajahi Belitung. Mbak Katerina ternyata juga menawarkan untuk ikutan trip Belitung selama beberapa hari. Trip yang ditawarkan sepertinya terlalu sayang untuk dilewatkan.

Percakapan ku dengan mbak Katerina soal trip jadi semakin menyenangkan. Aku sudah tak sabar untuk bisa menjelajahi Belitung, dan menemukan tempat-tempat asik untuk digital nomad di sana.

Di akhir pembicaraan, aku menanyakan agenda mbak Katerina di Belitung. Ternyata dia diminta oleh Dinas Pariwisata kabupaten Belitung untuk menjadi juri lomba vlog yang bertemakan Belitung.

Nah buat kalian yang tertarik dengan lomba Vlog tersebut, kalian bisa lihat informasinya di bawah ini.

Hmm, sepertinya aku juga mau ikut deh, mumpung kesana kan.

Categories
Log

HBD ASUS yang ke 30

Untuk sebuah perusahaan teknologi, bisa merayakan ulang tahun yang ke 30 bukanlah hal mudah. Dibutuhkan konsistensi, inovasi dan penguasaan pasar agar bisa tetap eksis bersain dengan perusahaan lain.

ASUS, sebuah perusahaan teknologi yang dikenal sebagai pembuat laptop dan smartphone adalah salah satu dari beberapa perusahaan yang mampu bertahan hingga diusia 30 tahun. Tepat di tahun 2019 ini, perusahaan asal Taiwan ini genap merayakan kiprah mereka yang ke 30 di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri, ASUS cukup dikenal dan bahkan merajai pasar laptop, baik untuk yang entry-level hingga ke laptop yang dikhusukan untuk para gamers (ROG).

Seperti yang disampaikan oleh mas Muhammad Firman sebagai Head of Public Relation ASUS Indonesia pada acara roadshow di Yogyakarta, ASUS berhasil mendominasi pasar laptop konsumer dengan 41% dan laptop gaming di angka 57%.

Bisa dibayangkan, dengan dominasi seperti itu, apa yang telah dilakukan oleh ASUS sangatlah luar biasa.

Tapi seperti sebuah keharusan yang dilakukan untuk semua perusahaan teknologi dunia, tidak ada waktu untuk selebrasi terlalu lama. Di tahun 2019, ASUS pun mencanangkan target yang cukup ambisius.

Mereka ingin mencapai market share 50% untuk pasar laptop konsumen, 60% untuk pasar gaming, 30% untuk pasar pemerintahan, SMB dan sekolah, serta bisa menjaga militansi pengguna smartphone mereka yang diberi nama ZenFans.

Lini smartphone dari ASUS memang berbanding terbalik dengan divisi laptop mereka. ASUS terlempar dari 5 besar, tergusur oleh pendatang baru Realme. Ya semoga saja ASUS bisa menemukan strategi jitu untuk mengembalikan kejayaan mereka di lini ponsel pintar.

Selain ingin mengembangkan lini yang sudah ada, di tahun 2019 ini ASUS juga mulai kembali melirik pasar bisnis yang sempat ditinggalkan hampir 2 tahun belakangan ini. ASUS berencana akan merilis suksesor ASUSpro dibulan Agustus ini.

Sekali lagi, selamat ulang tahun yang ke-30, semoga makin sukses dan inovatif.

Oh ya, request dong, mbok ya logo ASUS diganti, kayak ROG itu lho, kan keren.

Categories
Log

Hotel Savoy Homann: Hotel Heritage yang Cocok Untuk Staycation

Hari kedua di Bandung, aku berpindah dari budget hotel ke hotel mewah. Hotel Savoy Homann adalah tempat menginapku selanjutnya.

Hotel Savoy Homan ini memiliki sejarah yang panjang. Itulah mengapa hotel ini masuk ke dalam hotel heritage.

Hotel ini dibangun pada tahun 1880 oleh seorang warga Jerman bernama Mr. A. Homann dan menjadi hotel terbesar se-Asia Tenggara pada masanya.

Hotel Savoy Homann sudah mengalami banyak perubahan. Awalnya, hotel ini bergaya Baroq. Kemudian pada akhir era 30-an, hotel ini mengalami perubahan gaya menjadi hyper modern hingga sekarang.

Sejarah Savoy Homann tidak hanya sampai disita saja. Hotel ini menjadi tempat menginap para kepala negara yang mengikuti Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955.

Banyak pejabat dan artis tenar yang pernah singgah di hotel tersebut. Salah satunya adalah Charlie Chaplin.

Tak heran, hotel ini sangat percaya diri memberikan slogan “tempat persinggahan orang-orang penting”.

Hotel Savoy Homann memiliki total 185 kamar hotel dengan lima tipe, yaitu Deluxe, Executive, Junior Suite, Suite dan Homann Suite.

Aku menginap di kamar tipe Deluxe.

Bangunan Hotel Savoy Homann sangat luas dan memiliki banyak bagian, ada Tower Wings, Millenium Wings, Garden Wings dan Asia Afrika Wings.

Karena saking luas dan kompleksnya arsitektur dari bangunan ini, aku sempat nyasar menuju kamar karena salah menggunakan lift.

Bangunannya memang sangat mengesankan arsitektur khas Belanda.

Buat yang suka membayangkan bagaimana orang-orang jaman dulu menikmati hidupnya, tempat ini bisa menjadi inspirasi kalian.

Menurut staf hotel, desain kamar yang masih sesuai aslinya terletak di Asia Afrika Wing. Jadi jika kalian ingin wisata sejarah, pastikan request di kamar bagian tersebut.

Selain bangunan dan interior klasik, hotel ini memiliki beberapa fasilitas seperti ruang makan bergaya outdoor (meskipun ada atap yang mencegah dari hujan), kolam renang, ruang kebugaran, ruang bermain anak, spa, ballroom dan ruang pertemuan.

Ada juga hiburan live music ketika malam hari di ruang makan. Jadi kita bisa mendapatkan pengalaman barbeque night dengan diiringi live music. Syahdu.

Untuk harga paket barbeque night sebesar Rp 158.000/orang/nett (all you can eat).

Selain paket barbeque night, hotel Savoy Homann juga menyediakan paket Rijsttafel – Family Style.

Paket ini disediakan jika kalian ingin mendapatkan suasana makan yang lebih privat bersama keluarga atau rekan bisnis.

Lokasi hote Savoy Homann sangatlah strategis. Terletak di titik nol kilometer Bandung, kita bisa menjangkau berbagai destinasi populer seperti alun-alun Bandung, Pasar Baru, Braga dan museum Konferensi Asia-Afrika hanya cukup dengan berjalan kaki saja.

Apakah aku puas menginap di sini? Tentu saja iya. Dengan berbagai fasilitas yang diberikan, hotel Savoy Homann adalah tempat yang tepat jika kalian bepergian bersama keluarga.

Selain cocok sebagai tempat menginap orang-orang luar Bandung yang ingin berwisata, hotel ini juga cocok untuk Staycation.

Hotel Savoy Homann Bandung terletak di Jalan Asia-Afrika 112, Bandung.

Categories
Travel Destination

Fat Oppa: Tempat Makan Korea Murah Bandung

Pengalaman baru lain ketika jalan-jalan ke Bandung bersama rombongan blogger ASUS adalah makan di tempat makan Korea murah di Bandung. Fat Oppa adalah tempat makan yang kami tuju.

Fat Oppo terletak di Jl. Karapitan No.82 Paledang Kec. Lengkong Kota Bandung. Tempatnya berada di pinggir jalan persis, sehingga dapat ditemukan dengan mudah. Di aplikasi ojek online-pun, lokasinya bisa ditemukan dengan mudah.

Ruangan dari Fat Oppa tidak terlalu luas, tapi juga ga terlalu sempit. Ada beberapa meja yang bisa digunakan untuk 4 orang dan ada juga meja lesehan yang bisa kalian gunakan untuk makan rame-rame. Seperti yang aku lakukan bersama teman-teman blogger.

Fat Oppa menawarkan beragam menu makanan Korea yang bisa dipesan. Kebetulan, karena kami datang ber-banyak, maka kami memutuskan memesan semua menu yang ditawarkan oleh mereka.

 

 

Barbeque Platter. Menu seharga Rp 65.000 ini menawarkan irisan daging sapi dengan 5 saus bumbu, yaitu Smokey honey, Soy Garlic, Garlic Sesame, Madu Gochujang, dan Lemon Herb.

 

Korean Barbeque. Aku lupa harganya. Sesuai namanya, kita akan diberikan beberapa irisan daging dan sayuran. Jenis menu ini adalah yang biasa kalian lihat di drama korea, yaitu ketika makan menggunakan salada sebagai pembungkusnya.

Oh iya, kalian bisa minta refil sayuran dan kimchi-nya lho.

Budae Jjigae. Harga per porsinya Rp 45.000. Semacam makanan yang direbus. Terdiri dari mie, tahu, Tteokbokki, sosis, bawang bombay dsb, aku ga terlalu inget detilnya.

Oden. Ada dua jenis Oden yang bisa kalian pesan, yang berkuah dan goreng. Harga masing-masing Oden tersebut cukup Rp 18.000.

Oh ya, meskipun Fat Oppa hanya menyediakan makanan Korea, namun semua menu yang disajikan halal. Jadi kalian yang muslim ga perlu khawatir untuk makan di Fat oppa.

Kalau ditanya mana yang aku suka, Barbeque Platter dan Korean Barbeque adalah pilihanku.

Categories
Travel Destination

Abadi Bagelen: Oleh-Oleh Khas Bandung Pembawa Kenangan

Jika berbicara soal oleh-oleh khas Bandung, akan ada berbagai macam oleh-oleh yang bisa dibeli. Temanku merekomendasikan Bagelen yang dijual di toko oleh-oleh Abadi Bagelen.

Pertama, aku tidak tahu apa itu Bagelen. Oleh karenanya aku dengan senang hati menuju ke Abadi Bagelen untuk mencobanya. Setelah sampai di sana dan mengetahui apa itu Bagelen, aku tersenyum lebar.

Bagelen ternyata adalah roti lapis sederhana yang terdiri dari roti lapis mirip burger dan diisi dengan krim vanila.

Meskipun sederhana, Bagelen ini merupakan jenis makanan yang everlasting, tidak tergerus oleh jaman. Makanan ini ternyata sudah aku kenal sejak kecil. Ibu ku sering membelikannya ketika pagi untuk sarapan (aku bukan tipe orang yang suka sarapan berat), sebelum berangkat sekolah.

Dan benar saja, ketika aku mencobanya, pikiranku langsung memutar kenangan masa kecil. Rasa khas Bagelen sangat terasa, meskipun secara keseluruhan, Bagelen yang dibuat oleh Abadi Bagelen lebih enak, baik rotinya maupun krim vanila nya.

Saat aku tanya ke pemiliknya, resep Bagelen miliknya sangat otentik dan masih asli sejak generasi pertama. Resepnya langsung datang dari Belanda dan tidak mereka ubah sedikitpun hingga sekarang. Tentu saja, mereka menolak secara halus ketika aku meminta untuk melihat proses pembuatannya. Mungkin takut rahasia nya terungkap.

Untuk menjaga agar eksis di era millenial, mereka mengubah kemasannya agar menarik kaum muda. Mereka membuat kemasan yang Instagramable. Namun soal rasa, mereka tetap menjaga keasliannya.

Selain menjual roti Bagelen basah (warmbollen), mereka juga menyediakan varian kering. Dengan bentuk yang lebih kecil dan tekstur yang berbeda, roti Bagelen kering ini sangat cocok sebagai camilan ketika sore hari sambil ditemani secangkir teh hangat atau kopi tanpa gula.

Layaknya toko oleh-oleh pada umumnya, Abadi Bagelen juga menjual berbagai oleh-oleh khas Bandung lainnya. Salah satu yang aku icip adalah kue jahe (yang aku lupa namanya) dengan bentuk orang Belanda. Rasanya cukup enak dan jahe-nya tiadk terlalu mendominasi. Jadi masih aman untuk perut.

Sayangnya, karena memang aku meniatkan untuk mencoba roti Bagelannya saja (baca: duit terbatas), hanya tiga makanan itulah yang aku icip.

Jika memang ada kesempatan ke Bandung lagi, sepertinya aku akan mampir ke toko tersebut untuk membeli Bagelen basah nya.

Jika kalian ingin kesana, toko Abadi Bagelen terletak di jalan Purnawarman 49, Bandung, atau bisa langsung kunjungi Instagram nya di @abadibagelen.

Categories
Log

Acer Day 2019: Saatnya Ganti Laptop Baru

Mau beli laptop tapi nunggu promo? apalagi buat kalian fans dari Acer, sekarang adalah saat yang tepat. Acer Day kembali hadir di tahun 2019, bukan hanya menawarkan promo untuk lini laptop mereka, Acer Day 2019 juga memperkenalkan produk baru yang cukup menjanjikan untuk para konten kreator.

Aku mulai dari hal yang membuatku terkesan diacara Acer Day 2019 yang diselenggarakan di Artotel Yogyakarta.

Acer Concept D

sumber: UltrabookReview.com

Inilah laptop terbaru Acer yang ditujukan untuk kalian para konten kreator. Jika berbicara soal spesifikasi, tentunya Concept D sudah membawa prosesor terbaru dari Intel dan grafis RTX terbaru dari NVIDIA. Jadi urusan performa, kalian ga usah tanyakan deh. Mau dipakai buat edit video 4K bisa dilibas sama Concept D.

Yang bikin menarik dari laptop Acer terbaru ini adalah layar yang sudah mendukung Adobe RGB color gamut dan dukungan Delta E<1,5. Jadi warna asli dan yang ada di laptop sudah semakin mirip aslinya.

Promo Acer Day 2019

Jadi apa saja produk yang ditawarkan di Acer Day 2019 kali ini? Pertama, kalian yang menyukai laptop tipis nan ringkas, bisa membeli Acer Swift 3. Dengan desain yang cakep, laptop ini ga hanya bisa bantu bekerja, tapi juga ga malu-maluin kalau kalian lagi kerja di cafe.

Di promo kali ini, Swift 3 bisa kalian beli dengan harga Rp 6.499.000. Bahkan untuk tipe Swift 3 (SF314-41), kalian akan mendapatkan bonus printer Canon PIXMA.

Kedua, buat kalian para gamers, Acer Nitro 5 merupakan salah satu laptop Acer yang mendapatkan promo. Harga mulai dari 11 juta dan akan mendapatkan cashback 1 juta plus bonus mouse Nitro.

Selain promo cashback dan bonus gear, Acer juga memberikan promo berupa gratis Office 365, garansi hingga 3 tahun serta Acer Poin reward yang bisa kalian gunakan untuk mendapatkan hadiah berupa jalan-jalan ke Korea, laptop Swift 3 dan gear lain. Ada sekitar 2222 hadiah yang bisa kalian dapatkan pada event kali ini.

Untuk Acer Poin reward, kalian bisa dapatkan infonya di web resmi mereka di sini.

Acer Day 2019 ini akan berlangsung mulai 18 Juli dan berakhir pada 30 September 2019. Jadi buat kalian yang mau ganti laptop, mungkin inilah saatnya.