4 Cara Supaya Konsisten dalam Menulis

Menulis merupakan suatu aktivitas yang gampang-gampang susah, baik dalam media offline atau media online. Kalimat ‘tidak ada waktu buat nulis‘ merupakan alasan klise yang sering digunakan oleh kita.

Nah jika senang menulis, Anda harus menyediakan waktu khusus yang digunakan untuk aktivitas kreatif tersebut. Jika Anda masih merasa tidak mampu untuk menyisihkan waktu paling tidak 30 menit sehari untuk menulis, tak perlu berfikir panjang, Anda memang tidak suka dengan menulis.

Sebab, setiap orang pasti meluangkan waktu untuk hal-hal yang disukainya, termasuk menulis.

Kemudian, bagaimana agar konsistensi dalam menulis bisa terjaga? Berikut 4 cara supaya kita bisa menulis secara konsisten.

1. Buatlah Kalender Editor

Membuat kalender editor bertujuan untuk menetapkan waktu wajib yang harus kita patuhi hanya untuk aktivitas menulis. Meluangkan waktu minimal 30 menit untuk menulis tidaklah sulit.

Bagaimana cara menentukan kalender editor yang baik? Pertama, tandai waktu-waktu kreatif Anda, waktu dimana Anda merasa kreatif dan ide-ide mengalir tanpa batas.

Sebagai contoh, saya mengalokasikan waktu di pagi hari antara jam 5:00 sampai dengan jam 6:00 pagi untuk menuliskan ide-ide di sebuah draft.

Kedua, buatlah waktu untuk mencari referensi untuk ide tersebut, minimal tiga hari dalam seminggu. Misalkan hari Senin, Rabu dan Jumat selama 30 menit digunakan untuk mencari-cari referensi artikel. Nah jika sudah terkumpul referensi nya, Anda bisa mulai menulis dan menciptakan artikel baru.

2. Bawa selalu media pencatat

Tidak harus kertas dan pensil. Media tersebut bisa diganti dengan gadget. Karena ide dan semangat menulis bisa muncul secara tiba-tiba, maka selalu membawa media pencatatan kemanapun kita pergi merupakan hal yang baik.

3. Gunakan metode penghargaan dan hukuman

Metode yang lebih dikenal dengan reward and punishment banyak digunakan oleh Psikolog Behavior untuk membentuk sebuah perilaku positif manusia. Hal tersebut bisa diterapkan dalam hal ini.

Contoh: saya ‘mengizinkan’ diri saya bersenang-senang jika berhasil menyelesaikan satu artikel sesuai deadline yang ditetapkan. Dan begitu pula sebaliknya, jika tidak menyelesaikan tulisan tersebut sesuai deadline yang ditentukan, maka selama sebulan saya tidak akan bersenang-senang.

4. Jadikan menulis sebagai sumber penghasilan

Nah yang ini biasanya menjadi faktor penyemangat paling besar. Siapa yang tidak suka jika hobinya dihargai dan menguntungkan secara finansial. Menjadikan aktivitas menulis sebagai sumber penghasilan bisa membuat kita rajin untuk terus berkarya.

Konsistensi menulis juga harus diimbangi dengan kemampuan untuk menghasilkan tulisan secara berkualitas (baca: tips membuat artikel berkualitas).

Itulah beberapa pengalaman penulis untuk selalu aktif dalam menulis. Bagaimana dengan Anda? adakah pengalaman menarik untuk dibagi?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s