Kembali Mencintai Buku Dengan Audiobook

Beberapa tahun lalu, saat (mantan) Menkominfo mengeluarkan pertanyaan “Internet cepat buat apa?” banyak dari kita yang merasa tersinggung, bahkan ada yang meluapkan kemarahan di dunia maya.

Bagi saya pribadi, pertanyaan tersebut justru menimbulkan keinginan untuk membuat sebuah produk yang mampu memberikan sumbangsih positif pada konten digital ditengah membanjirnya konten-konten tidak bertanggung jawab di ranah maya saat ini.

Untuk menjawab hal tersebut, saya bersama teman yang bernama Irwan Karta memiliki ide untuk membuat sebuah aplikasi audiobook yang kami namakan Listeno.

Apa yang kami buat bukanlah hal baru di dunia, sudah ada Audible milik Amazon. Namun di Indonesia, rupanya aplikasi kami merupakan yang pertama. Itu merupakan sebuah kebanggaan dan tantangan.

Tantangannya tentu saja, infrastruktur dan edukasi.

Latar belakang membuat aplikasi Listeno tidak lain dan tidak bukan karena kami turut sedih dengan menurunnya minat baca di Indonesia. Berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61).

Banyak hal dan asumsi yang bisa kita kemukakan mengenai hal tersebut. Ada yang beralasan harga buku terlalu mahal atau terlalu sibuk dengan aktivitas hariannya.

Listeno kami hadirkan untuk mencoba kembali ketertarikan orang-orang Indonesia terhadap buku. Dengan mengubah bentuk sebuah buku menjadi audio, akan membuat kita lebih mudah untuk menikmati buku tanpa harus mengganggu aktivitas utama seperti bekerja atau belajar.

Untuk mendengarkan audiobook yang ada di Listeno, kami menggunakan teknologi streaming seperti yang dilakukan oleh YouTube, Spotify, Apple Music dan sejenisnya.

Mengapa kami memutuskan untuk menggunakan teknologi streaming? apakah tidak bisa offline saja?

Saat ini internet di Indonesia sudah berkembang lebih baik. Semua operator berjualan teknologi jaringan 4G. Sebutlah XL, Telkomsel, Indosat dan Smartfren 4G.

Berbeda dengan perilaku pengguna internet beberapa tahu lalu, saat ini kita sudah terbiasa mengakses video YouTube tanpa perlu mengunduhnya. Begitu juga saat mendengarkan musik, sudah jarang sekali mendapatkan orang yang harus mengunduhnya terlebih dulu.

Keberadaan infrastruktur yang baik merupakan kunci keberhasilan bisnis stremaing, begitu juga dengan aplikasi Listeno. Beberapa operator, seperti Smartfren berani memberikan garansi mampu menghadirikan sinyal Smartfren 4G 100%.

smartfren 4g

Saya berharap kepada operator-operator di Indonesia, terlebih pada Smartfren agar bisa memberikan infrastruktur yang baik. Keberadaan infrastruktur yang baik akan membuat akses internet lebih cepat. Keberadaan internet cepat akan mempermudah akses ke konten-konten berkualitas.

Semakin mudah mendapatkan akses konten berkualitas, maka diharapkan kecerdasan anak bangsa semakin bertambah. Paling tidak, kita bisa membedakan berita hoax dan provokatif agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga.

Secara pribadi, saya berharap bisa bekerjasama dengan Smartfren agar para pengguna Smartfren bisa lebih nyaman ketika mendengarkan audiobook melalui aplikasi Listeno.

Jika ada yang bertanya, mengapa di blog ini membahas Listeno, sebuah startup yang saat ini kami jalankan? tentu karena saya peduli dengan konten digital saat ini. Saya ingin membuat konten digital yang positif, baik melalui tulisan di blog ataupun melalui Listeno.

Nah, jadi, apakah Smartfren mau bekerjasama dengan kami untuk memajukan kecerdasan bangsa Indonesia melalui infrastruktur internet cepat yang mereka miliki. Dengan jaringan 4G LTE yang sudah menjangkau 200 kota di Indonesia, tentu Smartfren memiliki peran yang cukup besar untuk membantu para pengguna internet di Indonesia untuk mengakses konten-konten digital berkualitas.

Ah, saya berharap demikian.

Last but not least, jangan lupa download Listeno di Play Store.


Note: Tulisan ini di ikutkan dalam lomba Smartfren blogger gathering yang diselenggarakan pad bulan Mei 2017. Namun saya menjamin bahwa tulisan ini murni opini pribadi.

Iklan

2 tanggapan untuk “Kembali Mencintai Buku Dengan Audiobook

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s