Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
iDEKEREN

iStory

Aeropolis: Kawasan Untuk Digital Nomad

/
/
/
24 Views
img

Pertengahan Januari kemarin, aku berkesempatan menjelajahi kawasan Aeropolis Tangerang, Banten.

Kunjungan tak sengaja ini karena diajak oleh teman-teman blogger yang memang hobi jalan-jalan, atau mereka menyebut dirinya sebagai travel blogger.

Sebagai seorang digital nomad, Aeropolis ini memiliki konsep yang menarik. Terletak di dekat Bandara Internasional Sukarno-Hatta, Aeropolis sepertinya ditujukan untuk orang-orang yang suka bepergian (frequent flayer). Bisa para digital nomad ataupun kru bandara (pilot, pramugari dan semacamnya).

Fasilitas Aeropolis

Aeropolis Residence ini memiliki banyak fasilitas yang cukup membuat kita betah saat transit menuju ke lokasi selanjutnya.

Kita akan menemukan Aeropolis Apartment, Aeropolis Hotel (Swift Inn Aeropolis Airport), tempat makan (Oryx Bistro), tempat nongkrong, minimarket, pusat kebugaran, live music, dll.

Nah di bawah ini, aku akan menuliskan ulasan singkat beberapa Fasilitas yang aku coba di Aeropolis Residence.

Aeropolis Apartment

Apartment yang ditawarkan oleh Aeropolis ini ternyata cukup murah (aku membandingkannya dengan kota Jogja), yaitu 230 juta untuk yang tipe Lucent (1 kamar tidur,  dapur, ruang tv, dan kamar mandi.), dan Crystal Residence (2 kamar tidur,
ada ruang tamu, ruang makan, kamar mandi dan dapur).

Untuk tipe Crystal Residence sudah sold out.

Jika kalian tak mau membeli, dan hanya ingin menyewa, dengan harga mulai 1.8 juta per bulan, kalian sudah bisa “ngekos” di  Aeropolis Apartment, full furnish!

Aeropolis Hotel

Buat yang hanya satu-dua hari saja untuk transit di dekat bandara, Aeropolis juga menyediakan hotel yang bernama Swift Inn Aeropolis Airport.

Fasilitas yang diberikan oleh Swift Inn Aeropolis ini cukup memadai untuk transit. Kita bisa memilih jenis kamar dengan ranjang yang single atau double.

Mereka juga menyediakan toiletries, air minum gratis, AC, televisi dengan saluran mancanegara dan koneksi wifi gratis.

Ukuran kamar yang disediakan cukup kecil dan tidak ada tempat yang nyaman untuk sholat di kamar. Namun jangan khawatir, pihak hotel menyediakan musholla buat kalian yang ingin menunaikan ibadah sholat.

Untuk harga menginap per malam, rate yang diberikan cukup terjangkau, yaitu mulai 200-an ribu.

Hotel ini juga menyediakan sewa per 8 jam, jika kalian hanya menginginkan transit sebentar saja.

Oryx Bistro

Terletak di seberang hotel Swift Inn Aeropolis, tempat ini bisa menjadi tujuan kalian jika lapar mulai menyerang. Ada beberapa menu yang bisa dipilih.

Tempat ini juga enak digunakan untuk meeting kecil.

Ingin mencari suasana lain? di sebelah Oryx Bistro juga terdapat beberapa tempat ngopi dan makan yang bervariasi.

Jika kalian menginap di Hotel Swift Inn Aeropolis, maka datangilah resepsionis untuk mengambil kupon sarapan.

Live Music

Hiburan yang hadir setiap akhir pekan. Saat aku di sana, ada hiburan music akustik yang menghibur orang-orang yang tinggal atau hanya menginap di daerah Aeropolis dan sekitarnya.

Suasana di acara itu cukup ramai dengan anak-anak muda yang tampaknya sedang menikmati waktunya di akhir pekan.

Pusat Kebugaran

Aeropolis menyediakan kolam renang dan tempat gym. Aku tidak mencoba kolam renangnya (karena belum bisa berenang, haha), namun mereka memiliki kolam renang yang cukup luas.

Untuk tempat gym, mereka memiliki alat-alat yang sudah menjadi standar tempat gym yang baik. Bahkan di sana terdapat alat untuk mengukur BMI (body mass index).

Jadi, Meskipun kalian bepergian dan jauh dari rumah, tetap bisa berolahraga dengan baik dan nyaman.

Fasilitas ini gratis untuk kalian yang menginap di hotel Swift Inn Aeropolis.

Shulter Bus

Mereka juga menyediakan shuttle bus ke arah bandara dengan biaya Rp 15.000. Bis ini berangkat setiap 2 jam sekali dan beroperasi dari pukul 3 dini hari hingga 9 malam.

Jadi kalian tak perlu khawatir akan transportasi ke bandara jika menginap di Aeropolis Residence.

Namun jika kalian terburu-buru, transportasi online bisa menjadi alternatif pilihan untuk menuju bandara.

Aku sempat bilang ke mas Said sebagai pengelola Aeropolis, bahwa akan seru jika Aeropolis memiliki co-working space sendiri. Karena akan menjadi nilai tambah sebagai kawasan untuk orang-orang nomadic.

Wisata Tangerang

Ini yang bikin aku sedikit kaget sih. Selama ini aku mengira Tangerang adalah kota industry. Dan di kepalaku tidak pernah menyangka bahwa Tangerang memiliki tempat yang menarik untuk dikunjungi.

Dan hey! Tangerang juga memiliki abang-none mereka sendiri yang gelarnya adalah Ning dan Nong.

Aku mengunjungi beberapa tempat yang direkomendasikan, yaitu kuliner Laksa, Kampung Bekelir dan Jembatan Berendeng.

Kuliner Laksa

Laksa yang disajikan di Tangerang memiliki tekstur mie yang berbeda. Sekilas bentuknya mirip dengan spaghetti, namun teksturnya sangat berbeda.

Mie nya sepertinya terbuar dari teupung beras dan disiram dengan kuah yang sudah dicampur dengan banyak bumbu.

Rasanya? tentu nikmat. Terlebih lagi aku menikmati Laksa Tangerang saat sedang gerimis. Syahdu.

Kampung Bekelir

Siapa sangka pemukiman kumuh bisa disulap menjadi tempat Wisata. Kampung Bekelir awal mulanya merupakan kampung kumuh yang dihuni oleh puluhan kepala keluarga. Namun karena inisiatif warga dan dukungan dari berbagai pihak, Kampung Bekelir mampu menjadi daya tarik tersendiri.

Daya tarik kampung ini terletak pada mural yang ada di setiap rumah. Mural-mural tersebut dibuat oleh ratusan seniman Indonesia.

Hadirnya mural tersebut tidak hanya membuat Kampung Bekelir menjadi berwarna, namun juga menjadikan kampung ini sebagai juara pertama tingkat nasional sebagai kampung terbaik di Indonesia.

Buat yang hobi selfie, kampung ini memiliki banyak spot yang menarik untuk bikin feed Instagram kalian tampak lebih asik.

Jembatan Berendeng

Menjadi salah satu ikon kota Tangerang. Jembatan Berendeng menghubungkan kawasan kelurahan Tangerang atau Benteng dengan Gerendeng. Jembatan ini berada di atas Sungai Cisadane.

Berkunjung di malam hari sepertinya lebih menarik, karena kita akan melihat pemandangan lampu-lampu rumah warga kota Tangerang.

Ada satu tempat ikonik yang biasa digunakan untuk berfoto, yaitu jembatan yang memiliki lantai tembus pandang. Jadi kita bisa melihat sungai dari atas.

Nah jika kebetulan kalian sedang berkunjung ke Tangerang, cobalah untuk mencoba menikmati kawasan Aeropolis. Siapa tahu tertarik untuk membeli apartment nya untuk investasi.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Reply

This div height required for enabling the sticky sidebar
%d bloggers like this: