Belajar Saham dan Belajar Crypto: Apa yang Kudapatkan?

Belajar saham, merupakan istilah yang lagi trending di kalangan millenial, termasuk aku. Mungkin buat Gen Z, mereka lebih tertarik belajar crypto dibandingkan saham.

Baik belajar crypto ataupun belajar saham, menurutku keduanya memiliki pondasi yang sama, dan aku juga mempraktekkan keduanya.

Sebelum belajar saham, aku justru belajar crypto terlebih dahulu. Di mulai tahun akhir 2017, tapi sejauh yang aku bisa dapatkan history nya, transaksi pertamaku terjadi di 2018. Tepatnya 4 Januari 2018.

Transaksi pertama crypto-ku

Perkenalanku dengan crypto karena diberitahu oleh seorang teman bernama Rifqi Alfian alias Merembablas alias Mbah Merem.

Kami memanggilnya “mbah” karena beliau adalah orang paling bijaksana. Quote terkenalnya adalah:

“Pengetahuan bisa menjadikanmu militan, tapi pengalaman akan membuatmu toleran”.

rifqi alfian

Belajar Crypto

Oke back to crypto. Mbah Merem berkata Koh, coba lihat crypto currency, sekarang (awal tahun 2018) yang lagi rame $XLM dan $XRP”.

Tanpa menunggu lama, aku langsung googling kedua koin tersebut dan memutuskan untuk memulai petualangan di dunia crypto.

Koin pertama yang aku beli tentu saja $XLM dan $XRP. Saat itu modalku hanya 1 juta rupiah saja.

Jika kalian bertanya, apakah untung apa enggak? tentu saja secara nominal aku bisa bilang untung. Karena dengan modal 1 juta saja, aku udah bisa menghasilkan puluhan kali lipat dari investasi crypto.

Belajar Saham

Oke sekarang aku akan sedikit cerita tentang belajar saham.

be;ajar saham via internet
dashboard IPOT GO

Jujur saja, aku agak lupa bagaimana aku bisa berkenalan dengan saham. Yang pasti aku memulai beli saham pertamaku pada 8 Januari 2019.

Seperti terlihat di gambar, saham pertamaku yang kubeli adalah BRI dan BRIS. Alasannya? ya karena waktu itu aku melihat bahwa kedua perusahaan tersebut menjanjikan.

Meskipun dengan info yang sedikit, aku cukup beruntung bisa untung di kedua emiten tersebut.

Tentunya bukan hanya kedua emiten itu yang aku beli, namun BRI dan BRIS adalah emiten pertama yang aku punya.

Namun, di awal pandemi, emiten-emiten yang aku punya sudah kujual semua. Dan sampai saat ini, aku tidak memiliki tabungan saham sama sekali. Berbeda dengan crypto yang aku masih menyisakan beberapa koin di sana.

Oke, jadi selama aku belajar saham dan belajar crypto pengalaman apa yang aku dapatkan?

Beli Pake Uang Dingin

Tentu ini adalah saran dari orang waras manapun. Ingat, nyemplung di dunia saham dan crypto harus pakai uang yang benar-benar dialokasikan untuk investasi. Jangan mentang-mentang lagi bullish kemudian kalian all-in di satu koin atau saham.

Kita tak akan pernah tahu kapan tren naik itu berlangsung. Masih terekan diingatan kita bagaimana para pump-ers $DOGE membuat koin meme tersebut meroket dan kemudian amblas hingga 50%. Jangan-jangan kalian salah satu sangkuter yang termakan kicauan dari Elon Musk?

Di dunai saham pun tak jauh beda. Banyak saham-saham gorengan bertebaran di mana-mana. Jadi waspadalah!

Oh ya! investasi merupakan titik “tertinggi” dalam keuangan, jadi jika kalian masih ada tanggungan keuangan, mungkin hasrat untuk nyemplung di saham atau crypto ditahan terlebih dahulu.

Pahami Tren

Ini penting, terlebih jika tujuan kita adalah sebagai daily trader. Dengan memahami tren dan informasi terbaru, kita bisa mencari cuan sekitar 1-5% per hari, bahkan mungkin lebih (terutama untuk crypto).

Beberapa kalian mungkin saja menikmati informasi awal, entah itu dari grup di Telegram atau Twitter dan menjadikannya cuan yang berlipat-lipat.

Jangan FOMO

Buat yang belum tau istilah FOMO, gampangnya adalah, kalian merasa gak trendi dan takut kuper klo gak ngikutin tren.

Nah pandemi ini memunculkan banyak trader Millenial dan Gen Z yang sering ngobrolin dan share portofolio mereka di media sosial.

Karena FOMO, maka kalian akan ikut-ikutan beli saham atau crypto tanpa tahu ilmu dan kondisi keuangan. Hanya biar bisa ikut ngobrol waktu di tongkrongan saja. FOMO bisa terjadi dalam memilih emiten atau koin.

Ikhlas Untung

Nah ini yang sedikit sulit. Biasanya kita disuruh ikhlas ketika terjadi kerugian, kemudian, apa itu ikhlas untung?

Pernahkah kalian menjual saham atau krypto dan beberapa hari kemudian ternyata nilainya melesat tajam? kemudian kalian berfikir “ah seandainya hodl dulu, pasti untungnya lebih banyak“.

Itu beberapa kali terjadi padaku. Aku juga sempat kecewa dengan keuputsan jualku.

Bagaimana aku mengatasi kekecewaan tersebut? Caranya dengan menetapkan target keuntungan pada masing-masing emiten atau koin.

Dengan menetapkan target, aku akan lebih fokus pada mengejar target tersebut dan mendapatkan kepuasan ketika target tersebut tercapai dibandingkan menyesal menjual saham atau koin kurang tinggi.

Jadi itulah beberapa pengalaman yang aku dapat dari dunia saham dan crypto. Aku yakin kalian yang juga berkecimpung di dunia crypto dan saham pasti memiliki pengalaman yang lebih kompleks dan teknis dibandingkan denganku.

Jika berkenan, silakan berbagi pengalaman kalian di kolom komentar.

Dan kalau ada yang bertanya, dimana aku bisa mulai membeli portofolio saham dan crypto? untuk saham kalian bisa coba di IPOT dan untuk crypto bisa ke Indodax atau Binance (di sini lebih lengkap aset nya).

Buat yang cari grup Telegram buat berdiskusi tentang crypto, bisa gabung ke channel Rasarab Server.

Rasarab ini juga termasuk trader crypto yang sudah bertahun-tahun trading di berbagai platform.

QUOTE OF THE DAY

Bekerjakeraslah! hingga tetanggamu mengira kamu melakukan pesugihan

Follow bisa dong