Jangan Jadikan Hobi Sebagai Pekerjaan

Banyak diantara kalian pasti sudah sangat familiar dengan hal ini. Hobi adalah salah satu kegiatan yang memiliki banyak jenis dan ragamnya.

Banyak dari kita yang memiliki hobi, bahkan mungkin lebih dari satu. Tapi ada juga yang sampai saat ini bingung untuk mencari dan memilih hobinya.

Hobi, menurut Wikipedia, hobi merupakan kegiatan rekreasi yang dilakukan pada waktu luang dan menenangkan pikiran seseorang.

Photo by Nathan Nedley

Punya hobi, apakah penting?

Beberapa penelitian menyatakan bahwa, memiliki hobi adalah hal penting karena mampu membantu menyehatkan jiwa dan raga seseorang.

Matthew Zawadzki, seorang asisten profesor psikologi dari University of California, telah menganalisis detak jantung dan tingkat stres dari 115 partisipan dengan rentang usia 20 hingga 80 tahun.

Matthew ingi mencari tahu aktivitas mana yang menghasilkan tingkat stres paling rendah. Hasilnya, partisipan yang menjalani hobinya memiliki detak jantung dan tingkat stres yang lebih rendah. Selain itu, sebanyak 18 persen responden juga merasa lebih bahagia setelah melakukan aktivitas tersebut.

Hasil yang didapat di atas menunjukkan, hobi memiliki efek jangka pendek yang baik. Bahkan Matthew meyakini bahwa, selain memberikan efek positif untuk jangka pendek, orang yang menjalani hobinya akan memiliki efek kesehatan yang baik untuk jangka panjang.

Memilih hobi

“Aku tidak memiliki hobi, dan bingung bagaimana cara memilih hobi yang tepat.” Mungkin beberapa diantara kalian yang membaca tulisan ini memiliki keresahan serupa.

Untuk bisa menemukan hobi yang tepat memang tidak mudah. Pasti ada saja halangan dan kendala yang dihadapi.

Di tulisan ini aku ingin berbagi, bagaimana caranya aku memilih hobi dan menjalaninya hingga saat ini.

Nostalgia masa kecil

Doc: Pribadi

Alasan ini yang menjadikanku memilih hobi mengoleksi mainan sampai saat ini. Kenangan-kenangan masa kecil yang menyenangkan mencoba kusimpan dengan mengoleksi mainan yang film nya sering kutonton bersama saudara atau teman.

Selain bisa mengenang film-film masa kecil (yang kadangkala masih aku tonton di Netfix atau YouTube), dengan mengoleksi mainan, aku juga bisa mengingat kembali kenangan saat bersama-sama menonton film kesukaan di rumah tetangga.

Passion

Klise, tapi powerful. Ini adalah cara yang paling ampuh untuk menentukan hobi yang ingin dijalani.

Alasan inilah yang membuatku kembali menghidupkan blog personal ini. Ya, karena aku suka menuliskan opini, dan blog adalah media paling mudah untuk dijadikan tempat pelampiasan, maka aku mencoba kembali menekuni hobi menulisku ini.

Ya, meskipun tidak bisa setiap hari menulis, paling tidak, dengan adanya blog ini, passion ku menulis bisa tersalurkan.

Lihat kepribadian

Setiap orang memiliki kepribadian masing-masing. Yang paling banyak kita tahu adalah introvert dan esktrovert. 

Pilihlah hobi yang sesuai dengan kepribadian kalian, jangan sampai memilih hobi yang justru membuat kalian tidak nyaman ketika melakukannya.

Budget

Faktor ini biasanya sering terlupa ketika memutuskan suatu hobi tertentu. Sebagai contoh, kalian suka mengoleksi mainan, aquascape, fotografi dll.

Hobi-hobi seperti di atas cenderung akan menghabiskan banyak uang. Oleh karena itu, sebaiknya kalian benar-benar mengalokasikan anggaran khusus agar urusan dapur dan hobi kalian tidak terganggu.

Manfaat

Kita juga bisa memutuskan sebuah hobi berdasarkan dari manfaat apa yang akan didapat. Namun pastikan dulu, sebelum melihat manfaat dari hobi yang akan dilakukan, kalian tetap harus menempatkan kebahagiaan sebagai alasan utama dalam setiap pilihan.

Saat aku memutuskan untuk mengoleksi mainan, yang notabene membutuhkan anggaran khusus. Aku terlebih dahulu riset, apakah hobiku ini memiliki nilai investasi di masa datang. Dan hasil riset kecil-kecilanku adalah, meskipun tidak sebesar saham, “mainan bisa dijadikan investasi yang menyenangkan!”

Dari kesimpulan tersebut, maka aku memutuskan untuk melanjutkan hobi ku sebagai kolektor mainan.

Mungkin untuk tema ini, aku akan menuliskan lebih spesifik di artikel lain.

Manfaat bukan hanya soal uang. Kalian bisa melihat manfaat lain seperti kesehatan, pengembangan diri, aktualisasi diri dll.

Hobi bisa jadi duit?

Yes, tentu bisa! Sudah banyak cerita baik di televisi atau di internet yang memperlihatkan kesuksesan seseorang bermula dari hobi.

Teman saya misalnya. Dia menyukai superhero sejak kecil, dan saat ini memiliki bisnis yang membuat kostum, properti dan toys yang bertemakan superhero. Bahkan pelanggannya banyak berasal dari luar negeri. Namanya JTOKUcostume.

Contoh lain, Reggie Prabowo Wongkar, atau lebih dikenal sebagai MiawAug. Seorang yang hobi ngegame dan bisa membuat hobinya tersebut menjadi sumber pendapatan utamannya saat ini.

Banyak contoh lain yang bisa kalian cari, bagaimana sebuah kesuksesan bermula dari sebuah hobi yang tekun dijalani.

Jangan jadikan hobi sebagai pekerjaan

Lho, lho, kok? 

Hobi, sejatinya adalah aktivitas untuk membuat pikiran dan hati kita rileks. Hobi dilakukan orang untuk melepas penat dari aktivitas rutin yang dijalaninya.

Capek kerja, lihat-lihat mainan, hunting foto, olahraga, bercocok tanam dll.

Bayangkan jika hobi kalian sudah berubah menjadi pekerjaan. Unsur menyenangkan dari hobi tersebut perlahan akan menghilang. Hal tersebut jug aku alami sendiri.

Hobi mengoleksi mainanku berubah menjadi sebuah bisnis yang mengedepankan untung-rugi sebagai faktor utama. Tidak lagi fun.

Doc: Pribadi

Setiap ingin membeli mainan, aku selalu berfikir, berapa banyak uang yang akan bertambah jika aku menjual mainan itu kembali.

Mainan-mainan apa saja yang layak untuk dibeli, berfikir kapan waktu yang tepat untuk menjual dll.

Semua alasan-alasan tersebut menjadi prioritas, mengoleksi mainan tidak lagi menjadi hobi yang menyenangkan.

Hobiku yang lain, menulis misalnya.

Saat awal menulis di blog, aku bisa dengan enjoy menikmati setiap proses penulisan. Diawali dengan menyeduh kopi, hingga akhirnya bertambah bahagia ketika ada orang yang menyukai tulisan kita.

Namun, ketika blog-ku sudah mulai ramai pengunjung dan menghasilkan uang dari iklan, maka kenikmatan untuk menulis perlahan menghilang.

Aku tak lagi fokus membuat konten yang menarik, tapi sudah beralih melihat statistik, mengejar tren, mencari cara agar blog bisa menjadi nomer satu di Google dan bagaimana berfikir agar setiap bulan penghasilanku dari blog semakin bertambah.

Awalnya menyenangkan, namun setelah beberapa tahun aku lakukan, tidak ada yang menyenangkan dari proses tersebut.

Aku menyadari bahwa hobi dan pekerjaan tidak bisa disandingkan. Paling tidak itu yang aku alami saat ini.

Apakah bekerja sesuai hobi tidak boleh? boleh-boleh saja. Tapi, jika kalian merasa bahwa hobi tersebut tak lagi menyenangkan, maka segeralah cari hobi atau cara baru agar kembali menjadi menyenangkan.

Seperti aku yang akhirnya menghidupkan kembali blog personalku dan membentuk tim untuk mengurus blog ku yang sudah menjadi bisnis.

Atau mengubah mindset investasi mainan menjadi fun-vestment, yaitu dengan memprioritaskan kebahagiaan dibandingkan dengan keuntungan finansial (karena kalau mau investasi serius yang beli saham aja gaes).

Karena tidak semua tujuan melakukan sesuatu adalah uang. Jangan lupakan bahwa, manusia juga membutuhkan kebahagiaan.

QUOTE OF THE DAY

Bekerjakeraslah! hingga tetanggamu mengira kamu melakukan pesugihan

Follow bisa dong