Ad Clicks : Ad Views : Ad Clicks : Ad Views :
iDEKEREN

iStory

img

Mari Berkhayal: Laptop Keren Buat Digital Nomad

/
/
/
81 Views

Sebagai seorang digital nomad, aku selalu menginginkan sebuah gadget yang mampu mengakomodir semua pekerjaan yang aku lakukan. Oh, buat yang belum tahu apa itu digital nomad, penjabaran dari Wikipedia mungkin agak sedikit membantu. Namun secara singkat, digital nomad adalah orang yang bekerja secara nomaden, bisa di kedai kopi, co-working space, perpustakaan umum dan sejenisnya.

Aku memulai petualanganku sebagai digital nomad sejak tahun 2011, saat aku memutuskan berhenti dari kantor lamaku. Saat itu, aktivitas utamaku adalah ngeblog (yang ternyata masih kulakukan sampai saat ini).

Selang berjalannya waktu, ternyata tak hanya ngeblog yang kulakukan. Aku sempat dan masih memiliki beberapa bisnis digital yang kukerjakan bersama beberapa partner. Ada bisnis konten, SaaS dan digital marketing. Yang paling asik dari semua itu, aku masih bisa bekerja secara nomaden, sebagai seorang digital nomad.

Ada beberapa hal penting yang harus dimiliki oleh seorang digital nomad agar bisa tetap produktif, salah satunya adalah laptop yang ringkas namun tetap powerfull.

Laptop untuk seorang yang memiliki mobilitas yang cukup tinggi, tentu aku memilih kategori ultrabook. Sederhana saja, ultrabook ringan dan tidak merepotkan saat dibawa.

Laptop yang kugunakan sudah mencakup kedua hal di atas, namun seiring perkembangan dan kebutuhan, aku mulai mencari-cari beberapa merek untuk mengganti laptopku yang sekarang.

Ada beberapa merek yang kuincar untuk menggantikan laptopku saat ini. Dan yang menjadi incaran utama adalah ASUS ZenBook UX331UAL. Bukan tanpa alasan aku ingin menukar laptop lama dengan ZenBook ini.

Tipis, ringan dan ga pelit port

Salah satu tantangan sebagai orang yang sering berganti-ganti tempat kerja adalah, bagaimana tetap menjaga barang bawaan tetap ringan dan praktis saat digunakan dimanapun dan kapanpun. Laptop ZenBook UX331UAL memiliki kriteria tersebut.

Layar yang berukuran 13 inchi adalah ukuran layar ideal menurutku, tidak terlalu kecil (biasanya ultrabook ringkas berukuran di bawah 13 inchi) dan tidak terlalu besar. Bagiku, ukuran layar 13 inchi adalah ukuran pas untuk sebuah laptop.

Selain layar yang pas, laptop ini hadir dengan bobot yang sangat ringan, kurang dari 1 kilogram. Menurut data teknis yang disajikan oleh ASUS, bobot laptop ini hanyalah 985 gram. Saat aku mencoba mengangkatnya, sungguh terasa ringan. Lebih ringan daripada laptop yang kugunakan saat ini.

Dengan laptop yang ringan dan praktis, aku bisa mengerjakan tugas di mana saja dan kapan saja, bahkan ketika sedang berada di pesawat, kereta bahkan bis tanpa harus mengganggu penumpang yang duduk di sebelahku.

Tipis dan ringan, mungkin kalian akan bilang, “mas bro, yang kayak gitu udah banyak”. Oke, jika kalian maunya begitu.

Aku juga tidak akan menjadikan laptop ini target utama jika yang dijual hanyalah tipis dan ringannya saja. Dengan ketebalan yang hanya 13.9 mm saja, laptop ini masih memiliki banyak port penting, seperti port USB 3.0 (2 port), satu port Type C, port HDMI, slot microSD serta audio jack COMBO.

Nah bisa kalian cari pesaingnya? yang memiliki bodi ramping, tipis namun tetap memiliki port seperti di atas?

Keberadaan port ini tentu sangat membantu mengurangi printilan-printilan yang harus kalian bawa saat bepergian. Bayangkan jika kalian bepergian dengan laptop tipis dan ringan, tapi juga harus membawa serta dongle HDMI, USB dan semacamnya. Sungguh tidak efektif, efisien dan boros.

Intel Gen 8

Sebagai seorang yang suka mengikuti perkembangan teknologi, memiliki gadget terbaru adalah idaman. Jadi, ketika tahu bahwa ASUS ZenBook UX331UAL sudah menggunakan prosesor Intel generasi kedelapan, rasa-rasanya aku ingin sekali mencoba kemampuannya yang konon sangat powerfull itu.

Selain menggunakan prosesor Intel i5 Gen 8, laptop ini juga dibekali dengan RAM 8GB dan SSD PCIe 256GB. Perpaduan teknis yang tampaknya akan menjadi primadona semua digital nomad. 

Dengan spesifikasi tersebut, sepertinya menggunakan laptop ini untuk mengolah file video dan audio sederhana dalam perjalanan sangat mungkin dilakukan.

Beberapa hasil test pengujian menggunakan software benchmark populer seperti PCMark, 3DMark, Cinebench dan Unigine Heaven Benchmark memperlihatkan hasil sebagai berikut:

Daya tahan baterai seharian

Salah satu ketakutan seorang digtal nomad adalah, kehabisan baterai disaat yang tidak tepat. ASUS mengklaim bahwa laptop ini mampu bertahan hingga 15 jam. Bukan jumlah waktu yang sedikit.

Jika kalian sering bepergian jauh dan memakan waktu lama dalam perjalanan, daya tahan baterai adalah hal krusial. Kalian bisa mengerjakan tugas di dalam pesawat atau bis tanpa takut laptop kehabisan daya di tengah jalan.

Sensor biometrik

Salah satu fitur menarik di Windows 10 adalah Windows Halo, dimana kita bisa memproteksi laptop kita dengan menggunakan sensor biometrik (retina atau sidik jari). ASUS ZenBook UX331UAL sudah membenamkan sensor biometrik berupa sidik jari pada laptopnya.

Mengapa sensor biometrik pada laptop penting?

Menurutku, sebagai seorang digital nomad yang sering bekerja di tempat-tempat umum, tentu mengetikkan password bisa menjadi hal berbahaya, apalagi jika menggunakan Wi-Fi publik. Kita tidak akan tahu, apakah tempat tersebut aman dari hacker yang mencoba mencuri laptop dan kemudian mengambil data kita yang ada di dalamnya.

Menggunakan sensor sidik jari ketika login sudah barang tentu akan membuat kita sedikit lebih aman dan tenang ketika bekerja di tempat-tempat terbuka seperti cafe, bandara dan yang lainnya.

Keybord nyaman

Sebagai “tukang ketik”, keyboard tentu saja menjadi bagian dari laptop yang sering kugunakan. Memiliki keyboard yang nyaman adalah keharusan. Kalian pernah ga, tangan terasa capek padahal baru mengetik beberapa menit saja? Aku pernah mengalaminya saat menggunakan laptop yang struktur keyboard-nya dipangkas.

Pemangkasan ukuran keyboard jamak dilakukan oleh produsen laptop agar menghasilkan dimensi yang ringkas. Namun hal itu berdampak pada kenyamanan mengetik pengguna.

Hal itu seharusnya tidak terjadi pada ZenBook UX331UAL ini. Dengan desain keyboard yang utuh dan jarak antar tuts yang manusiawai, membuatnya tetap nyaman digunakan meskipun dalam waktu yang lama.

Keyboard laptop ini juga memiliki fitur backlit, sehingga memudahkan kita mengetik di tempat yang minim cahaya, seperti di dalam pesawat atau bis jika kita melakukan penerbangan malam.

Wi-Fi Master

Aku pernah mengalami hal yang cukup bikin bete. Saat itu, aku berada di tempat nongkrong yang dekat dengan sebuah gedung pemerintah (tentu saja aku kesana sekaligus mencari wifi gratisan dong). Namun karena lokasinya dari router teresbut cukup jauh, sinyal WiFi yang aku terima hanya satu bar saja, itupun kdang muncul, kadang enggak.

Setelah aku coba bertanya-tanya pada beberapa kenalan, penerimaan sinyal wireless tergantung reciver dan teknologi yang ada di dalamnya.

Nah, yang menarik dari laptop incaranku ini adalah, ASUS telah membenamkan fitur yang mereka sebut Wi-Fi Master. Fitur ini diklaim mampu membuat laptop mampu mendapatkan kecepatan transfer yang lebih tinggi dan jarak yang lebih jauh dibandingkan dengan laptop lain pada umumnya.

Konon, dengan Wi-Fi Master ini kita masih bisa menikmati streaming YouTube dengan kualitas Full-HD pada jarak 300 meter. Dengan perpaduan antara Wi-Fi Master dan teknologi dual-band 802.11ac, laptop ini menawarkan kecepatan hingga 867Mbps. Gokil!

Kalau untuk menguji kecepatan 867Mbps, kayaknya harus ke Korea Selatan dulu kali ya?

Standar militer

Ini yang bikin aku terkaget-kaget. Ketika salah seorang tim ASUS menunjukkan laptop ZenBook UX331UAL dan mengatakan bahwa laptop tipis ini tahan banting dan sudah bersertifikat standar militer MIL-STD 810G. Penasaran dong, aku cobain untuk dinjek dan jatuhin dari ketinggian sekitar 1 meter (bisa cek di tweet-ku di sini).

“Ah kurang ekstrim itu!” Ya kalau dirasa kurang ekstrim, kalian bisa lihat uji nyalinya di YouTube-nya Raditya Dika berikut.

Jadi apa pentingnya laptop tahan banting bagi digital nomad? bagiku, sangat penting. Aku pernah punya pengalaman menyedihkan, saat aku ingin mengeluarkan laptop dari tas, tanpa sengaja aku menjatuhkan laptop tersebut ke lantai kamar hotel. Dan kemudian laptop tersebut tidak berfungsi dengan baik.

Sebelumnya, aku juga pernah merasakan bagaimana deg-deg annya menjatuhkan gadget dari kabin pesawat. Jadi saat itu, aku sedang berusaha memasukkan tas ke dalam kabin di atas tempat duduk, tanpa sengaja, gadgetku terjatuh dan membuatku menjadi pusat perhatian beberapa penumpang.

Untung saja gadget masih bisa dinyalakan kembali dengan normal. Bayangkan jika gadget tersebut rusak, sudah tentu aku akan mati gaya ketika presentasi di depan calon klien.

Standar militer pada sebuah laptop bukanlah hal baru. Namun, standar militer pada sebuah laptop yang tipis dan elegan, itu seperti oase bagiku. Bayangkan kalian memiliki pacar yang cantik, sexy namun juga tangguh. Idaman banget kan?

Spesifikasi teknis

Main Spec. ASUS ZenBook UX331UAL
CPU Intel® Core™ i5-8250U Processor, 6M Cache, up to 3.40 GHz
Operating System Windows 10 Home
Memory 8GB LPDDR3 2133MHz SDRAM
Storage 256GB SATA3 M.2 SSD
Display 13.3″ (16:9) LED backlit FHD (1920×1080) 60Hz, Ultra Slim 300nits
Graphics Integrated Intel UHD Graphics 620
Input/Output 1x micro SD card, 1x audio jack COMBO, 1x Type C USB3.0 (USB3.1 GEN1), 2x Type A USB3.1 (GEN1), 1x HDMI, Support HDMI 1.4
Camera VGA Web Camera
Connectivity Built-in Bluetooth V4.2, Integrated 802.11 AC (2×2)
Audio Built-in Stereo 1 W Speakers And Array Microphone, ASUS SonicMaster Technology

Support Windows 10 Cortana with Voice, Harman kardon

Battery 50 Whrs Polymer Battery
Dimension 310 x 216 x 13.9 mm (WxDxH)
Weight 985gr with Battery
Colors Deep Dive Blue, Rose Gold
Harga Rp 14.799.000
Warranty 2 tahun garansi global

Harga

Murah atau mahal memang tergantung dari isi kantong, namun jika dibandingkan dengan laptop dikelas yang sama, harga dari ASUS ZenBook UX331UAL cukup murah.

Kalian tidak perlu merogoh kocek lebih dari 15 juta rupiah untuk mendapatkan laptop dengan desain elegan, tipis, ringan, port lengkap, spesifikasi hardware terbaru, audio berstandar Harman-Kardon dan build material standar militer.

Aku belum menemukan laptop dikategori ultrabook yang memiliki fitur-fitur di atas yang dibanderol dengan harga di bawah 15 juta (kalau kalian tahu, silakan tinggalkan komentar yak).

Nah itulah beberapa alasan kenapa aku pingin banget ganti laptop ke ASUS ZenBook UX331UAL. Jadi, jika besok ada yang bikin gerakan #2018GantiLaptop, aku pasti akan ikut meramaikannya.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Linkedin
  • Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This div height required for enabling the sticky sidebar