Categories
Tempat Kerja

Working Space Jogja: Super Hotspot Cafe Merapi

Sebagai seorang blogger yang terbiasa bekerja dimanapun, mengetahui tempat-tempat yang nyaman untuk bekerja adalah sebuah soft skill yang harus dimiliki.

Salah satu tempat yang rutin aku kunjungi adalah Super Hotspot Cafe Merapi Yogyakarta.

Super Hotspot sebenarnya ada banyak di Jogja, sepertinya nama tersebut adalah brand yang menyediakan koneksi internet kencang dan bekerjasama dengan tempat-tempat hits Jogja (cmiiw).

Jadi, di Jogja kalian akan menemukan beberapa tempat dengan logo Super Hotspot. Dan yang akan aku ulas kali ini adalah Super Hotspot yang berada di Merapi, Jl Laksda Adisucipto, Demangan, Sleman.

Super Hotspot Cafe bukanlah co-working space, jadi tidak ada aktivitas komunitas apapun. Hanya murni untuk orang nongkrong atau bekerja saja.

Ruangan

Ada dua tempat yang disediakan, open space (area merokok) dan dalam ruangan. Aku lebih suka bekerja di area open space (aku bukan perokok), selain karena lebih luas dan dekat dengan meja untuk memesan makanan, di area tersebut lebih banyak penggunanya tidak merokok dibandingkan yang merokok.

Konsep desainnya cukup menarik, interior bergaya industrial rustic dipadukan dengan sentuhan furniture minimalis. Masuk kategori tempat yang instagrammable.

Akses internet

Untuk mendapatkan akses internet, kita harus membeli voucher tersendiri, ada 3 paket yang ditawarkan, paket 2 jam, 3 jam dan paket 6 jam. Harga mulai dari Rp 8.000,-.

Akses internet cukup cepat dan lancar. Untuk download dan upload, aku mendapatkan kecepatan yang menyenangkan.

 

Pengalaman

Aku sudah beberapa kali menggunakan Super Hotspot Cafe sebagai tempat kerja, dan aku cukup puas dengan suasana yang ada di sana.

Meski berada di pinggir jalan utama, aku tidak merasakan suara bising yang mengganggu. Begitupun ketika tempat tersebut sedang ramai. Aku masih bisa bekerja dengan nyaman.

Bahkan saat aku melakukan meeting kecil dengan 2-3 orang, aku masih bisa menikmatinya. Namun jangan harap bisa melakukan Skype Meeting atau conference call, karena akan terlihat cukup awkwrd.

Super hotspot cafe

Perlu diingat, tempat ini tidak menyediakan ruang meeting mandiri. Kalau ingin sedikit lebih private, silakan sewa bilik warnet yang ada di sana.

Lain-lain

Super Hotspot Cafe menyediakan fasilitas kamar mandi dan mushola yang nyaman. Jadi ga perlu khawatir jika kalian ingin kerja dari pagi sampai malam. Ada sarung dan mukena yang bisa dipinjam.

Menu makanan di sana juga cukup bervariasi. Mulai makanan berat, ataupun hanya sekedar snack.

Begitu juga dengan minumannya. Kalian bisa pilih dari kopi, teh atau yang lain. Tapi tidak ada minuman beralkohol di sini. Yang aku suka adalah kopi susunya.

Harga makanan dan minumnya standar harga cafe kelas menengah di Jogja. Jadi masih bisa dikategorikan terjangkau untuk kelas menengah.

Secara keseluruhan, Super Hotspot Cafe adalah tempat yang enak buat bekerja ataupun hanya sekedar ngobrol dengan kawan dan relasi.

Super Hotspot Cafe aku beri skor 8/10.

Categories
Tempat Kerja

Review Go Food: Bebek Galak Tamansiswa

Sebagai pengguna setia Go Food, dan rutin menggunakan layanan tersebut, alangkah asiknya kalau aku memberikan section khusus ulasan makanan yang aku pesan melalui aplikasi karya anak bangsa ini.

Untuk menu pertama yang akan ulas adalah Bebek Galak Tamansiswa.

Aku membeli paket bebek goreng dengan harga Rp 28.000 (belum termasuk ongkir). Item yang aku dapat adalah satu potong bebek goreng yang cukup mengenyangkan untuk satu porsi, lalapan yang cuman sedikit dan dua jenis sambal. Tanpa nasi!

Aku tidak yakin dengan kedua jenis sambal tersebut, satu berwarna merah yang diduga adalah sambal terasi, dan satu lagi berwarna agak seperti tanah (aku ga ngerti sama sekali tentang sambal yang ini).

Secara rasa, Bebek Galak tamansiswa ini tidak buruk, namun juga tidak istimewa. Bumbunya meresap hingga daging. tekstur dagingnya juga empuk dan tidak alot, cocok buat orang-orang ysang sudah kehilangan gigi grahamnya sepertiku.

Untuk sambal, aku lebih suka dengan sambal berwarna merah. Meski ada rasa manisnya, sensasi pedasnya masih terasa. Level pedasnya juga masih bisa diterima oleh perut dan mulut. Cocok buat kamu yang ingin coba-coba makan sambel, namun ga cocok buat kalian yang doyan banget makan pedas.

Untuk sambal berwarna hijau, rasanya lebih cenderung ke asin, seperti terlalu banyak rempah yang digunakan. Teksturnya juga agak kurang familiar dilidah ku, agak kasar seperti pasir.

bebek galak tamansiswa

Rekap

Yang Aku Suka

  • Daging empuk.
  • Bumbu meresap sampai daging.
  • Sambel enak (yang berwarna merah).

Yang Aku Tidak Suka

  • Tidak ada nasi dalam paket penjualan.
  • Lalapan sedikit

Harga Rp 28.000 untuk paket Bebek Goreng yang ditawarkan oleh Bebek Galak tamansiswa menurutku terlalu tinggi, dengan harga yang bahkan lebih murah, aku bisa mendapatkan menu bebek goreng yang lebih sesuai dengan seleraku.

Categories
Tempat Kerja

Starbucks Amplaz: Pengalaman Sebagai Tempat Bekerja

Aku terbiasa bekerja berpindah-pindah tempat, karena aku selalu menyukai suasana baru, meskipun saat aku berada di Yogyakarta. Tempat dimana aku tinggal. Nah kebetulan, kemarin aku mendatangi kedai kopi Starbuck yang terletak di Mall Ambarrukmo Plaza (Starbucks Amplaz).

Ini bukan kali pertamaku menjadikan Starbucks Amplaz sebagai tempat kerja, dan di tulisan kali ini, aku akan mengulas bagaimana rasanya bekerja disana.

Ruangan

Secara interior, aku cukup suka, standar kenyamanan yang diberikan di Starbucks Amplaz bisa dibilang memuaskan.

Aku menggunakan kursi tanpa sandaran punggung yang berada di tengah ruangan. Cukup terkejut dengan bagaimana punggungku tidak merasa lelah tanpa harus ditopang dengan sandaran kursi, karena biasanya, aku tidak akan bertahan lebih dari 2 jam jika menggunakan kursi tanpa sandaran punggung (di Starbuck aku menghabiskan waktu 4 jam).

Starbucks Amplaz

Suasana disana juga cukup menyenangkan, ramai tapi tidak berisik. Cukup nyaman untuk bekerja. Mungkin karena saat itu hari Senin, jadi tidak banyak pekerja atau mahasiswa yang datang.

Akses Internet

Jangan berharap dengan kecepatan koneksi internet pada tempat ini. Bahkan kalian akan mendapatkan kecepatan di sini tidak lebih baik daripada akses internet menggunakan paket operator telepon.

Kita memang tidak dipungut biaya tambahan untuk mengaksesnya. Namun jika membandingkan tempat lain yang memiliki standar harga lebih murah, maka bekerja di Starbucks Amplaz tidak direkomendasikan bagi kalian yang membutuhkan akses internet cepat dan hemat.

Beberapa alternatif bisa ke Super Hotspot atau menyewa co-working space.

Pengalaman

Bekerja di Starbucks Amplaz bukanlah opsi utama, melainkan hanya sekedar ‘kecelakaan’ saja. Sambil nunggu jalanan sepi, menunggu jadwal meeting atau sekedar ingin menambah konten di Instagram saja.

Lain-lain

Starbucks Amplaz menyediakan toilet sendiri, jadi tak perlu keluar ruangan jika hanya ingin menuntaskan panggilan alam.

Sudah bukan rahasia umum jika harga kopi yang dijual di sana tidak sebanding dengan rasanya. Tapi, jika ingin mendapatkan deal kerjaan dengan fee yang tinggi, apa boleh buat?

Starbucks Amplaz aku beri skor 7/10.

Categories
Log

Pertama Kali Merakit Gundam

Selamat akhir pekan teman-teman, kalian ngapain aja nih akhir pekan ini? kebetulan minggu ini akhirnya aku bisa merakit Gundam untuk pertama kalinya. Sebuah pencapaian yang sangat menyenangkan!

Awal mula

gundamAku bukanlah penggemar Gundam, hanya sedikit mendengar nama ini dari film kartun waktu jaman sekolah dasar. Layaknya seorang anak kecil yang beranjak dewasa seperti pada umumnya, aku juga masih suka membeli mainan. Hotwheels dan beberapa action figures sempat aku beli. Namun tidak ada satupun adalah Gundam.

Perkenalan ku dengan Gundam adalah saat aku mampir ke rumah Khusnun Irawan, seorang desainer yang memiliki banyak portfolio mentereng.

Dik Unun, panggilan akrab dari Khusnun Irawan ini memang suka Gundam sejak jaman SMP, dan saat aku bertandang ke rumahnya, ada beberapa koleksi Gundam berjejer rapi.

Entah karena obrolan apa, tiba-tiba dik Unun memberikan Gundam kepadaku (lucky me!). Gundam (atau banyak yang menyebutnya juga sebagai Gunpla) yang diberikan adalah MS-06 Zaku II + Big Gun Set Gundam Thunderbolt, jenisnya HG (High Grade). Panjang ya namanya.

Kenapa dik Unun ini memberikan Gundam tersebut, katanya sih dia beli karena suka sama senjata nya saja, ga suka sama robot nya. Baiklah.

Zaku II MS-06
MS-06 Zaku II

Jenis-jenis Gundam

Karena penasaran, maka aku coba mencari tahu asal-muasal dari Gunpla ini. Ternyata, Bandai memiliki beberapa kategori untuk mainan berbentuk robot ini.

High Grade (HG)

Kategori High Grade saat ini telah mengalami perbaikan. Gundam dengan kategori ini dengan skala 1 : 144 atau 1 : 100 mampu menyediakan berbagai jenis gerak lebih banyak di bandingkan produksi pertama.

High Grade Universal Century (HGUC)

Gunpla model HGUC memiliki skala 1 : 144, dan jenis ini merupakan pengembangan dari model High Grade dengan desain yang lebih halus dan telah mengunakan teknologi yang lebih modern.

Real Grade (RG)

Seri Real Grade mulai diperkenalkan pada bulan Juli 2010 dengan skala 1:144 bertepatan dengan ulang tahun gundam yang ke 30. Real Grade merupakan pengembangan dari tipe Master Grade Dan Real Grade.

Master Grade (MG)

Kualitas dari Gundam jenis ini sangat bagus, namun hal tersebut juga berpengaruh dari segi harga. Kalau kata orang jawa bilang ono rego ono rupo.

Reborn One Hundred (RE)

Hampir sama seperti jenis Master Grade, tapi lebih mahal. Katanya sih artikulasinya lebih banyak dan detil dibandingkan dengan seri Master Grade.

Perfect Grade (PG)

Gundam jenis tertinggi, model ini memiliki skala 1:60 dan di produksi dengan plastik dan logam komponen dengan kualitas tinggi. Gundam seri ini mengharuskan untuk memasang kan sekrup di tiap perakitan dan membutuhkan kabel kecil untuk pemasangan lampu LED kecil.

Super Deformed (SD)

Versi lucu dan menggemaskan dari Gundam. Meski terkesan lebih ke arah lucu, namun bukan berarti Gundam jenis SD ini tidak layak untuk di koleksi.

Metal Build

Metal Build adalah wujud dari High-end Action Figure Robot, dengan penggunaan bahan diecast (metal) menjadikannya dapat berpose secara mengagumkan, dengan artikulasi superior dan detail presisi. Material produk PVC, ABS dan Diecast.

Ukuran skala Metal Build adalah 1/100, sama dengan ukuran Master Grade (MG) Gundam. Beda dengan gunpla/modelkit, produk ini sudah dalam kondisi jadi, sehingga tidak diperlukan perakitan lagi.

Metal Build diproduksi dalam jumlah yang sangat terbatas (limited) oleh Bandai. Model ini biasanya banyak diburu kolektor karena sifatnya yang terbatas.

Mega Size

Skala dari model ini adalah 1:48, menjadikannya gunpla terbesar buatan Bandai. Jika kita selesai merakitnya, maka tingginya adalah 37.5 cm. (Thanks buat Adit yang sudah kasih info nya melalui Facebook).

Jadi jenis Gundam mana yang lebih cocok buat kamu? ya tergantung sama keinginan dan dana sih. Katanya semakin rumit semakin menantang.

action base
Action base

Persiapan

Merakit Gundam ternyata membutuhkan beberapa persiapan khusus, ada yang beberapa aku sudah lakukan, namun selama merakit Gunpla ini, aku melewatkan beberapa hal yang ternyata penting menurut beberapa Gundam builder senior.

Nah bagi kalian yang ingin memulai merakit Gundam, cobalah lakukan persiapan berikut.

Waktu

Banyaknya bagian-bagian dan detil yang ada dalam kit Gundam, tentu merakit nya juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jadi pastikan bahwa kamu mendedikasikan waktu yang cukup untuk merakit nya. Semakin tinggi level dari jenis Gundam, maka tingkat kesulitannya semakin tinggi dan membutuhkan waktu semakin banyak.

Workspace

Kalian tentu tidak ingin kehilangan bagian-bagian dari Gunpla kan? detil berukuran kecil dari mainan ini sangatlah banyak, dan Bandai tidak memberikan cadangan satu bagian sama sekali. Jadi pastikan ruangan atau meja yang kalian gunakan untuk merakit terbebas dari benda-benda yang mengganggu.

Pastikan juga ruangan kalian aman jika suatu saat ada seseorang yang masuk dan membersihkan nya.

Siapkan alat

Alat-alat yang aku tulis disini tidak semuanya wajib ada, namun beberapa Gundam builder merekomendasikan nya agar hasil akhir terlihat sempurna. Nah berikut alat-alat nya:

  1. Pemotong plastik. Jika kalian pemain Tamiya, kalian bisa gunakan Tamiya Craft Tools no 35. Kalau aku pakai tang pemotong kecil yang biasa aku gunakan.
  2. Cutter. Ini dipakai untuk membersihkan sisa dari plastik yang menyambungkan bagian Gundam dengan plastik kerangka. Kalian bisa gunakan alternativ lain dengan menggunakan gunting kuku.
  3. Amplas. Untuk menghaluskan sisa-sisa potongan.
  4. Gundam marker. Ini dipakai untuk mempertegas warna dan garis panel. Terutama jika kalian merakit Gundam versi High Grade.
  5. Karet penghapus. Untuk menghapus coretan yang keliru dari Gundam marker.
  6. Top coat. Cairan yang digunakan setelah Gundam berhasil di rakit dengan sempurna. Fungsinya melindungi cat dan stiker yang ada di Gunpla.

Pengalaman

Aku memulai merakit Gundam dari jam 10 pagi, dan selama hampir dua jam, aku baru menyelesaikan separuh bagian. Bagian lainnya aku selesaikan dari jam 18:00 – 20:00. Jadi ya kira-kira total untuk menyelesaikannya adalah 4 jam. Cukup menyenangkan bagi pemula seperti aku.

Percobaan pertama tak selalu berjalan mulus, begitu juga aku. Ada satu bagian kecil yang tidak bisa aku rakit, yaitu bagian kiri dari penutup kaki. Kesalahanku adalah tidak menggunakan gunting kuku untuk membersihkan sisa plastik, jadi tidak bisa menutup sempurna. Ketika aku paksa untuk masuk, penyambungnya patah.

Hal buruk yang kurasakan adalah, telapak tanganku jadi bengkak karena menggunakan tang selama empat jam. Bahkan rasa sakitnya masih terasa sampai sekarang.

Hal paling menarik dari merakit Gundam ini adalah aku bisa merasakan ketenangan dan fokus dalam waktu yang lama. Dua hal yang selama ini tidak kurasakan.

Jadi..

Saat aku memotong bagian Gundam untuk pertama kalinya, aku tidak berharap bahwa mainan ini akan membuatku kecanduan. Tapi setelah menyelesaikan separuh bagian, aku berfikir bahwa, ‘ah ternyata menyenangkan!’

Saat pertama kali aku mulai merakit, aku tidak berniat untuk merakit Gundam lagi, tapi setelah aku menyelesaikan Gundam pertama ku, aku berfikir untuk membelinya lagi.

Gundam Astray Red Frame
Gundam Astray Red Frame

Saat ini, aku sedang dalam misi menyelesaikan Gundam Astray Red Frame dengan kategori Real Grade. dan sepertinya aku akan mengumpulkan beberapa kategori untuk jenis Astray Red Frame ini untuk dijadikan salah satu hiasan ruang kerja, atau mungkin bahkan bikin diorama nya sekalian? Semoga saja jika ada kesempatan.

Sungguh akhir pekan yang menyenangkan buatku, apalagi setelah selesai merakit Gundam, kemudian ditutup dengan berburu durian di Raja Durian bersama teman-teman.

Berburu Durian
foto credit: Taufan PR

Bagaimana dengan akhir pekan kalian guys? semoga bisa menyegarkan badan dan pikiran sebelum kembali melakukan aktivitas di pekan depan.